ADS BY GOOGLE

Cyanobacteria: Pengertian Ciri Ciri Bentuk Struktur Bagian Reproduksi

0
122
pengertian cyanobacteria ciri struktur reproduksi manfaat
pengertian cyanobacteria ciri struktur reproduksi manfaat

Selamat pagi pembaca yang budiman, kali ini kita akan belajar tentang Cyanobacteria. Sebelumnya pada bagian pengelompokkan bakteri, sempat sekilas menyebutkan Cyanobacteria.

Kali ini kita akan mengupas dan belajar lebih banyak tentang Cyanobacteria mulai dari pengertian, ciri ciri Cyanobacteria, bentuk, struktur sel dan ciri atau struktur unik pada Cyanobacteria. Kemudian cara hidup dan habitat serta reproduksi serta peranan Cyanobacteria dalam kehidupan dan manfaat serta kerugiannya.

Pengertian Cyanobacteria

Pengertian Cyanobacteria adalah bakteri yang menyerupai ganggang yang berwarna biru kehijauan. kata Cyanobacteria sendiri diturunkan dari Yunani yaitu kyanos yang berarti biru dan bacterion yang artinya batang kecil.

Bakteri Cyanobacteria terbilang menakjubkan karena mempunyai bentuk seperti ganggang serta mampu berfotosintesis dengan baik.

Bahkan berdasarkan penemuan terbaru, Cyanobacteria sendiri telah menghuni Bumi sejak 3,8 milyar tahun lalu. Saking lamanya, sebagian besar Cyanobacteria telah menjadi fosil dan berada pada lapisan kerak stromatolit.

Ciri Ciri Cyanobacteria

Kita masuk kebagian ciri ciri Cyanobacteria. Kita ketahui, untuk lebih mudah memahami sesuatu, apapun itu, ada baiknya kita mempelajari tentang ciri cirinya juga.

Sama halnya dengan Cyanobacteria ini. Kita pelajari ciri ciri Cyanobacteria mulai dari:

  1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Cyanobacteria
  2. Struktur Unik Cyanobacteria
  3. Struktur Sel Cyanobacteria

Mari kita bahas mulai dari urutan pertama.

1# Bentuk dan Ukuran Tubuh Cyanobacteria

Sebelumnya kita mempelajari bahwa bakteri itu uniseluler. Nah, terkhusus pada Cyanobacteria ini, anggotanya dapat berupa uniseluler, dan ada juga yang multiseluler dan membentuk filamen atau benang.

Selain itu, bakteri uniseluler Cyanobacteria sendiri dapat berdiri sendiri atau hidup soliter dan adapula yang hidup berkelompok membentuk koloni.

Contoh Bakteri Cyanobacteria yang multiseluler adalah Oscillatoria, Microcoleus, Rivularia, Anabaena, Plectonema boryanum.

Contoh bakteri Cyanobacteria yang hidup soliter adalah Anacystis dan Chroococcus. Sedangkan yang hidup koloni contohnya Merismopedia, Microcystis, Nostoc, dan Gloeocapsa.

Ukuran tubuh Cyanobacteria sendiri beragam mulai dari 1 mikrometer hingga 60 mikrometer. Hal ini tergantung dari jenis atau spesiesnya. Kita dapat mengamati bakteri Oscillatoria princeps dengan jelas menggunakan mikroskop karenan ukuran tubuhnya yang cukup besar dan berbentuk benang.

2# Struktur Unik Cyanobacteria

Selanjutnya kita beranjak kebagian struktur unik Cyanobacteria. Struktur yang saya maksud adalah pada Cyanobacteria adalah pada bakteri yang berbentuk benang yang disebut trikoma. Pada trikoma ini, terdapat beberapa sel dengan bentuk dan fungsi yang berbeda beda.

Apa saja sel sel tersebut dan apa fungsinya. Berikut penjelasannya.

A. Heterosista

Pengertian heterosista adalah sel unik yang berukuran lebih besar dari sel sel tubuh lainnya pada Cyanobacteria atau trikoma tersebut.

Ciri utama Heterosista adalah:

  1. Ukuran sel yang besar, jauh lebih besar dari sel sel lainnya
  2. Dinding sel tebal
  3. Sitoplasma jernih
  4. Sitoplasma mengandung enzim nitrogenase
Pengertian cyanobacteria, ciri ciri, struktur cyanobacteria, reproduksi cyanobacteria.
Heterosissta pada Cyanobacteria

Adapun fungsi Heterosista adalah untuk mengikat nitrogen yang ada dilingkungan sel.

Heterosista pada Nostoc sp.. Lihat penunjuk panah, terlihat sel heterosista pada Nostoc bening dan berukuran lebih tebal.

B. Akinet

Pengertian akinet adalah sel unik yang juga berukuran lebih besar yang menyimpan cadangan makanan dalam selnya.

Ciri utama akinet adalah:

  1. Ukuran sel yang lebih besar, lebih besar dari heterosista
  2. Berdinding tebal
  3. Mengandung endospora
  4. Sitoplasma terlihat tidak jernih
Pengertian cyanobacteria, ciri ciri, struktur cyanobacteria, reproduksi cyanobacteria.
Akinet pada Cyanobacteria. Genus Anabaena.

Fungsi akinet adalah untuk mempertahankan diri pada lingkungan yang buruk.

C. Baeosit

Pengertian sel baeosit adalah sel sel vegetatif yang dihasilkan melalui pembelahan sel. Adapun ciri ciri utama Baeosit adalah:

  1. Ukuran sel kecil
  2. Bentuk sel bulat
  3. Tiap baeosit dapat dikatakan identik
  4. Mengandung klorofil
  5. Mampu berfotosintesis

Sesuai dengan ciri ciri Baeosit, fungsi Baeosit adalah sel yang bertugas untuk berfotosintesis.

Pengertian cyanobacteria, ciri ciri, struktur cyanobacteria, reproduksi cyanobacteria.
pembentukan spora pada Cyanobacteria

3# Struktur sel Cyanobacteria

Sebelumnya kita telah mempelajari tentang bakteri gram positif dan gram negatif serta perbedaan keduanya. Nah, struktur sel tubuh Cyanobacteria ini, khusus pada dinding selnya, mirip dengan bakteri gram negatif.

Nah ayo bagaimana dinding sel gram negatif? Ya benar, dinding sel nya tipis dan hanya mengandung sedikit peptidoglikan.

Cyanobacteria tersusun atas beberapa bagian bagian yaitu:

  1. Lapisan lendir
  2. Dinding sel
  3. Membran plasma
  4. membran fotosintetik
  5. Mesosom
  6. Sitoplasma
  7. Ribosom
  8. Granula penyimpanan
  9. Vakuola gas
  10. Protein padat
  11. nukleoplasma (DNA)

Berikut penjelasan masing masing bagian struktur sel Cyanobacteria

1# Lapisan lendir

Layaknya bakteri gram negatif, pada Cyanobacteria terdapat satu lapisan lagi setelah dinding sel. Pada Cyanobacteria disebut lapisan lendir.

Lapisan lendir membungkus dinding sel sedemikian rupa sehingga sel Cyanobacteria dapat melakukan pergerakan “seluncur” pada yang uniseluler dan pada Cyanobacteria multiseluler seperti Oscillatoria sp. dapat bergetar atau gerakan maju mundur.

Lapisan lendir ini juga disebut dengan istilah “LAPISAN MUKOID“.

2# Dinding Sel

Dinding sel Cyanobacteria sama dengan dinding sel bakteri gram negatif. Tipis karena hanya mengandung sedikit Peptidoglikan.

3# Membran Sel

Membran sel Cyanobacteria juga sama dengan semua bakteri Eubacteria lainnya, tidak ada perbedaan struktur yang nyata kecuali pada bagian modifikasi yang disebut membran fotosintetik.

Membran sel Cyanobacteria ini tentu saja mempunyai sifat selektif permeabel dan juga tersusun atas fosfolipid bilayer.

4# Membran Fotosintetik

Sel Cyanobacteria mempunyai membran yang berguna dalam fotosintetis yang disebut sebagai membran fotosintetik atau membran tilakoid.

Membran ini muncul sebagai pelipatan arah dalam membran plasma sitoplasma. Membran fotosintetik Cyanobacteria ini mengandung beberapa pigmen fotosintetik seperti klorofil dan pigmen warna seperti karoten, fikoeretrin serta fikosianini.

Ada banyak pigmen fotosintetik pada bakteri, untuk detailnya anda dapat amati pada tabel dibawah ini.

5# Mesosom

Struktur Cyanobacteria selanjutnya adalah mesosom. Sama halnya dengan membran fotosintentik, mesosom juga merupakan hasil pelipatan ke arah dalam membran plasma.

Fungsi mesosom adalah sebagai unit penghasil energi pada sel Cyanobacteria dan juga bakteri pada umumnya.

6# Sitoplasma

Kalian pasti sudah tidak asing dengan sitoplasma bukan. Sitoplasma Cyanobacteria sama halnya bakteri lainnya mengandung senyawa senyawa organik, ribosom, granula dan juga enzim enzim. Tentu saja terdapat nukleoplasma atau materi genetik.

7# Ribosom

Satu satunya struktur yang disebut sebagai organel pada bakteri adalah ribosom. Ribosom adalah unit ajaib penghasil protein.

8# Granula Penyimpanan

Struktur Cyanobacteria berikutnya adalah Granula penyimpanan yang tentu saja sesuai namanya berfungsi sebagai unit penyimpanan cadangan makanan.

9# Vakuola Gas

Sel Cyanobacteria selain menyimpan makanan, juga menyimpan gas atau udara. Hal ini bertujuan agar Cyanobacteria dapat mengapung pada tubuh air atau perairan.

Vakuola gas adalah struktur yang memungkinkan terjadinya penyimpanan gas atau udara dalam sitoplasma sel Cyanobacteria.

10# Nukleoid

Setiap makhluk hidup tentu saja mempunyai materi genetik. Nukleoid adalah istilah untuk materi genetik yang terdapat pada bakteri dan juga pada sel Cyanobacteria.

Nukleoid sendiri merupakan materi genetik yang tersebar dalam sitoplasma karena tidak adanya membran inti pada bakteri.

Cara Hidup dan Habitat Cyanobacteria

Setelah membahas panjang lebar tentang struktur sel Cyanobacteria, kita pindah ke bagian cara hidup Cyanobacteria dan juga Habitat Cyanobacteria.

1# Cara Hidup

Cyanobacteria dapat hidup bebas dengan dirinya sendiri ataupun dengan membentuk koloni. Cyanobacteria juga dapat dan banyak ditemukan bersimbiosis dengan makhluk hidup lainnya.

Cyanobacteria merupakan organisme yang mampu berfotosintesis oleh karena itu mampu menyusun makanannya sendiri. Cyanobacteria menyusun makanannya sendiri tidak terbatas seperti tumbuhan yang hanya menggunakan CO2 saja. Beberapa Cyanobacteria ada juga yang menggunakan NH3, Nitrit (NO2), nitrat (NO3) dan ion anorganik lainnya seperti PO3-4.

Cyanobacteri tentu saja mempunyai klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Klorofil ini berbeda dengan tumbuhan ataupun ganggang, tidak terdapat dalam organel kloroplas ataupun leukoplas, melainkan dalam membran khusus hasil pelipatan membran plasma yang disebut “MEMBRAN TILAKOID” atau membran fotosintetik.

2# Habitat

Cyanobacteria dikenal sebagai bakteri yang tangguh. Habitatnya beragam mulai dari air laut, air tawar, rawa, sawah, kolam, air got, tanah, tembok, batu, gurun, dan bahkan ada yang menempel pada tumbuh-tumbuhan.

Selain habitat anggota Cyanobacteria yang bervariasi, beberapa anggota Cyanobacteria juga diketahui mampu hidup pada kondisi yang sedikit Ekstrim. Contohnya pada perairan dengan suhu tinggi seperti kurang lebih 71 derajat celsius. Ada juga yang mampu hidup pada pH yang cukup rendah yaitu 4. Contoh Cyanobacteria yang mampu hidup pada daerah ekstrim adalah Synechoccus lividus.

BLOOMING CYANOBACTERIA

BLOOMING

peristiwa blooming alga
peristiwa blooming alga

Pengertian Blooming

Dalam mempelajari Cyanobacteria teman teman mungkin mendapati istilah Blooming. Pengertian Blooming adalah pertumbuhan Cyanobacteria yang amat sangat cepat akibat lingkungan yang subur mengandung banyak unsur yang dibutuhkannya.

Kondisi Blooming ini sering kita dapati pada perairan yang mengandung limbah industri ataupun pertanian perkebunan. Hal tersebut karena banyaknya buangan nitrogen dan kadar fosfat yang tinggi. Kita ketahui pupuk kimia mengandung fosfat dan nitrogen yang cukup tinggi.

Dampak Blooming

Blooming atau ledakan pertumbuhan Cyanobacteria tentu mempunyai dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar kita dan hal tersebut dapat berdampak panjang bagi kehidupan manusia. Berikut dampak dampak yang disebabkan oleh peristiwa blooming pada perairan.

Dampak blooming yang pertama adalah berkurangnya kadar oksigen dalam air dan tingkat cahaya yang masuk dalam tubuh air. Berkurangnya kadar ini berdampak panjang terhadap kehidupan ikan dan tumbuh tumbuhan perairan tersebut. Ikan ikan bisa mati dan tumbuh tumbuhan dapat tidak tumbuh optimal dan akhirnya mati.

Dampak blooming selanjutnya adalah rusaknya perairan karena tercemari racun atau toksin. Racun ini dihasilkan oleh Cyanobacteria tertentu seperti Microcystis dan Nodularia sp. Contoh kasus keracunan pernah terjadi di Australia.

Walaupun begitu, ternyata ada juga dampak positif blooming Cyanobacteria. Tentu saja, untuk spesies spesies yang memang berguna untuk lingkungan. Contohnya blooming Anabaena azollae yang bersimbiosis dengan tumbuhan paku air Azolla pinnata yang dapat menyuburkan tanah.

Reproduksi Cyanobacteria

Setelah membahas tentang cara hidup dan habitat Cyanobacteria serta blooming pada Cyanobacteria, kita masuk pada bagian reproduksi Cyanobacteria.

Diketahui, bahwa satu satunya cara bagi Cyanobacteria untuk bereproduksi adalah dengan cara aseksual. Keterangan tentang hal ini dapat anda baca pada file pdf dibawah ini.

Ada tiga cara reproduksi aseksual Cyanobacteria, yaitu:

1# Pembelahan Biner

Pembelahan biner pada Cyanobacteria sama saja dengan pembelahan biner atau binary fusi pada bakteri bakteri lainnya. Dari satu sel menjadi dua, kemudian 4 dan selanjutnya menjadi 8,dan seterusnya.

Perbedaannya hanya pada kasus Cyanobacteria multiseluler khususnya yang berbentuk filamen, pembelahan biner membuat filamennya bertambah panjang.

Pada sel Cyanobacteria uniseluler (sel tunggal), pembelahan biner dapat membuatnya kedua sel langsung memisah, dan ada pula yang tetap bergabung membentuk koloni. Contohnya pada Cyanobacteria spesies Gloeocapsa.

2# Fragmentasi

Reproduksi aseksual kedua Cyanobacteria adalah fragmentasi. Pengertian fragmentasi pada Cyanobacteria adalah peristiwa putusnya sebagian tubuh organisme yang kemudian membentuk individu baru.

Sel Cyanobacteria yang diketahui melakukan fragmentasi adalah sel Cyanobacteria yang berbentuk filamen seperti Oscillatoria sp dan Plectonema boryanum.

Bagian filamen yang terpotong disebut hormogonium. Ukuran dan panjang hormogonium tidak seragam, ada yang panjang, dan ada juga yang cukup pendek.

3# Pembentukan Endospora

Reproduksi aseksual ketiga Cyanobacteria adalah pembentukan endospora. Ketika lingkungan lagi tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan sel sel Cyanobacteria tersebut, maka akan membentuk endospora.

Struktur atau sel khusus yang mampu membentuk endospora disebut akinet (yang dijelaskan diatas). Sel ini sangatlah cocok untuk menjadi endospora karena mengandung cadangan makanan yang banyak dan dinding sel yang lebih tebal dari sel lainnya.

Contoh spesies Cyanobacteria yang mampu membentuk endospora adalah Nostoc sp.

Untuk materi selanjutnya tentang contoh Cyanobacteria dan peranannya serta contoh Cyanobacteria yang menguntungkan dan contoh Cyanobacteria yang merugikan akan saya bahas pada artikel terpisah agar lebih fokus.

Tetap semangat belajarnya karena belajar itu mudah. Learniseasy.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here