Sejarah Isi Konferensi Meja Bundar (KMB), Tujuan, & Dampaknya

0
306

Diatas adalah hasil hasil asli keputusan KMB di Den Haag, Belanda. Bila kita rinci dan kita bakukan maka hasil hasil Konferensi Meja Bundar adalah:

  1. Kedaulatan Indonesia diserahkan sepenuhnya kepada Republik Indonesia Serikat dengan tanpa syarat dan tak dapat dicabut dan karena itu telah mengakui bahwa Republik Indonesia Serikat adalah negara yang merdeka dan berdaulat.
  2. Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan konstitusinya. Rancangan konstitusi tersebut telah disampaikan kepada Kerajaan Belanda.
  3. Kedaulatan diserahkan selambat lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949

Selain hasil keputusan utama konferensi Meja Bundar diatas, telah disepakati pula keterangan tambahan dalam konferensi Meja Bundar (KMB) yaitu sebagai berikut:

  1. Serah terima kedaulatan atas wilayah Hindia Belanda dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
  2. Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan pemimpin kerajaan Belanda sebagai kepala negara
  3. Pengambilalihan utang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat

Parlemen Belanda memperdebatkan kesepakatan tersebut, dan Majelis Tinggi dan Rendah meratifikasinya pada tanggal 21 Desember oleh mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan.

-Baca Juga-

Terlepas dari kritik khususnya mengenai asumsi utang pemerintah Belanda dan status Papua Barat yang belum terselesaikan, legislatif Indonesia, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), meratifikasi kesepakatan tersebut pada tanggal 14 Desember 1949. Kedaulatan dipindahkan kepada Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949.

Dampak Konferensi Meja Bundar (KMB)

Setelah membahas tentang latar belakang KMB, delegasi delegasi KMB dan hasil hasil keputusan KMB, selanjutnya mari kita bahas dampak Konferensi Meja Bundar (KMB).

Adapun dampak dampak Konferensi Meja Bundar adalah sebagai berikut:

  1. RIS menggantikan NKRI (hanya bertahan setahun, pada tanggal 17 Agustus 1950 berganti kembali ke NKRI).
  2. Indonesia diakui oleh dunia termasuk PBB sebagai negara yang hebat dalam berdiplomasi.
  3. Pengasingan tokoh tokoh penting Indonesia termasuk Bung Karno dan Bung Hatta berhenti.
  4. Terbentuknya Negara Republik Federasi dengan 16 Negara Serikat dengan Sukarno sebagai Presiden, dan Mohammad Hatta sebagai Perdana Menterinya.
  5. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, melainkan pada tanggal 27 Desember 1949. Akan tetapi, pada tanggal 15 Agustus 2005 oleh Perdana Menteri Belanda Ben Bot akhirnya mengakui secara resmi bahwa kemerdekaan Indonesia secara de Facto pada tanggal 17 Agustus 1945.

(Sumber : Pelajaran Sejarah, Hal : 114-115, Penerbit : Widya Duta Surakarta, Penulis : Ibnoe Soewarso)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here