Tata Cara Memandikan Jenazah Sesuai Ajaran Nabi Muhammad Lengkap

0
613

ADS BY GOOGLE

A. Tata cara memandikan Jenazah

Kewajiban dalam mengurus jenazah muslim adalah memandikan jenazah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ketika seorang muslim meninggal dunia dalam keadaan bukan syahid atau sebagai syuhada, maka muslim lainnya wajib untuk memandikan jenazah tersebut sebelum mengkafani dan menguburkannya.
Sebelum memandikan jenazah ada beberapa hal yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad ketika orang tersebut baru saja meninggal, yaitu:

1. Menutup Mata Jenazah

Setiap orang yang hidup pasti akan meninggal. Ruh seseorang yang telah mati akan pergi meninggalkan tubuhnya, dan biasanya pada saat itu, mata akan terbuka ataupun terbelakak. Rasulullah mengajarkan apa yang harus dilakukan ketika mata jenazah terbuka ketika seseorang meninggal.
Telah dikabarkan dari Hadist Ummu Salamah Hindun radhiallahu ‘anha, bahwa

دخل رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ على أبي سلمةَ وقد شقَّ بصرُه . فأغمضَه . ثم قال إنَّ الروحَ إذا قُبِض تبِعه البصرُ

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika pergi mengunjungi Abu Salamah yang telah meninggal, ketika itu kedua mata Abu Salamah terbuka. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam pun memejamkan kedua mata Abu Salamah dan bersabda: “Sebenarnya bila ruh telah dicabut, maka pandangan matanya mengikutinya (ruh tersebut” (HR. Muslim no. 920).

Tidak ada riwayat perihal doa ataupun zikir yang dibacakan ketika menutup atau memejamkan mata jenazah, akan tetapi bila anda ingin mendoakan yang baik baik untuk jenazah ketika menutup matanya, lakukan lah setelah menutup mata mayat atau jenazah.

Hukum menutup mata jenazah atau memejamkan mata jenazah adalah sunnah, tidak ada khilaf diantara ulama kita perihal memejamkan mata ini. Akan tetapi semua ulama ulama, tidak ada yang mengajarkan untuk tidak usah, semua memberikan anjuran untuk memejamkan mata jenazah, jadi tolong pejamkan mata jenazah bila anda mengurus jenazah.

Bagaimana Cara Memejamkan mata jenazah

Cara memejamkan mata jenazah adalah dengan meletakkan tangan kanan ke mata jenazah dan mengusap dari dahi ke mata sehingga kelopak mata jenazah bergerak dan menutup.

Tahan tangan anda diatas mata jenazah agar kelopak mata dapat kaku tertutup. Jangan takut menutup mata jenazah. Lihat gambar dibawah perihal memejamkan mata jenazah.

2. Berdoa Untuk Kebaikan Jenazah

Bagi kalian yang ingin mendoakan jenazah ketika baru saja meninggal, ketika mata sudah memejam atau menutup maka doakanlah jenazah tersebut yang baik baik. Mintakanlah ampunan bagi dirinya dan keluarganya serta mohonkan lah agar diluaskan kuburannya serta diterangi dengan pahala pahala. Nabi Muhammad shalallahu‘alaihiwasallam, setelah memejamkan mata Abu Salamah, Nabi berdoa:

اللهم اغفر لأبي سلمة وارفع درجته في المهديين واخلفه في عقبه في الغابرين واغفر لنا وله يا رب العالمين وافسح له في قبره ونور له فيه

“Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya dan jadikan dirinya termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk, dan berikanlah ganti yang lebih baik bagi anak keturunannya, dan ampunilah kami dan dia wahai Rabb seluruh alam, luaskanlah kuburnya dan terangilah” (HR. Muslim no. 920).

Bagi kalian yang menghafal doa sholat jenazah pada takbir ketiga dan keempat, dapat juga kalian bacakan ketika mendoakan jenazah.

Bila tidak hafal, lafadzkan doa berbahasa Indonesia saja yang berisikan kebaikan untuk jenazah, seperti diampunkan dosa dosanya, diluaskan kuburannya dan seterusnya.

3. Mengikat Dagu Agar Mulut Tidak Terbuka

Hukum menutup mulut jenazah sebelum memandikan jenazah atau setelah meninggal merupakan dalil nzhar atau dalil akal. Semata mata tujuannya agar mulut jenazah tidak dimasuki air ataupun serangga serta hal hal lain yang akan membuat jenazah tersebut enak dipandang.

tata cara memandikan jenazah - kain penutup mulut jenazah
kain penutup mulut jenazah

4. Menutup Dengan Kain

Tubuh jenazah yang telah meninggal ditutup dengan kain yang panjang sehingga tubuhnya tertutupi. Bila satu kain tidak cukup dikarenakan tidak ada kain yang cukup panjang maka tambahkanlah sehingga tubuh jenazah tertutupi.

ADS By Google

Bagi yang tidak sedang berihram (melaksanakan haji), maka kepala dan wajahnya juga tertutupi oleh kain. Kain yang digunakan jangan lah kain yang sudah kotor, perlakukanlah jenazah dengan hormat layaknya seperti orang yang masih hidup.
Bagi orang yang meninggal ketika sedang melaksanakan haji, maka tidak perlu menutup wajah dan kepalanya. Hal ini telah diperintahkan Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam untuk tidak menutup wajah dan kepalanya dan jangan diberi wewangian.

4. Sendi di Lemaskan

Tidak ada hadist yang menyatakan perihal melemaskan sendi jenazah tidak saya temukan, ulama ulama mengatakan bahwa dalil tentang melemaskan sendi jenazah yang baru meninggal adalah dalil akal, dan harus dilakukan dengan lemah lembut.

Apabila jenazah tersebut sudah kaku karena sudah cukup lama meninggalnya, maka tidak perlu lagi dilemaskan karena pastinya akan sangat sulit untuk dilemaskan dengan cara lembut, dan dilarang oleh Nabi Muhammad shalallahu‘alaihiwasallam untuk menyakit jenazah

كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Memecah tulang orang yang telah meninggal dunia adalah seperti memecahnya dalam keadaan hidup”

Kalian bisa lihat gambar dibawah ini tentang melemaskan sendi sendi jenazah yang baru saja meninggal dunia.

  • Cara melemaskan jenazah yang baru saja meninggal dunia secara berurut adalah
  • Lengannya dilipat ke pangkal lengan kemudian dijulurkan kembali dan diletakkan lurus ketubuhnya. Tidak perlu disedekapkan. Lakukan dengan lemah lembut
  • Betisnya dilipat ke pahanya dan pahanya ke perutnya kemudian dikembalikan lurus kembali. Lakukan dengan lemah lembut.
  • Jari jemari jenazah baik kaki dan tangan dilemaskan dengan ditekuk dan dikembalikan lagi dengan lemah lembut.

Untuk bagian sendi sendi lain, tidak diajarkan oleh para Ulama kita. Jadi jangan bikin kreasi baru seperti melemaskan sendi di bagian leher dan lainnya.

6. Melepas Pakaian Jenazah

Tata cara memandikan jenazah | Bagi para syuhada, maka tidak perlu melepas pakaian yang digunakannya. Adapun cara melepaskan pakaian jenazah adalah dengan cara tertutup. Maksudnya ketika Jenazah telah ditutupi dengan kain, maka pakaian tersebut dilepas sedemikian rupa sehingga kain yang menjadi penutupnya tidak tersingkap dan membuat aurat jenazah tersingkap.

Disarankan oleh para ulama, bahwa yang membuka pakaian jenazah sekiranya didahulukan keluarganya, itu bapak ibunya, anaknya, saudaranya, sepupu ataupun paman atau bibinya, keluarga tiri dan terakhir bila sudah tidak ada keluarga yang terdekat, maka boleh orang lain.

Adapun perihal ketentuan ini dengan lebih rinci, saya akan bahas di artikel dibawah ini. Tolong dibaca agar tidak terjadi kesalahan.

7. Dipercepat Pengurusan dan Penguburan jenazah

Tata cara memandikan jenazah | Dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihiwasallam bahwa ketika seorang muslim meninggal, janganlah menunda nunda mengurus jenazahnya, segerakanlah. Apabila jenazah memiliki wasiat untuk sebelum meninggal untuk tidak mengubur jenazah ketika anak ataupun kerabat tertentu belum datang, maka turutilah dengan bijak. Ketika si Fulan tersebut akan terlalu lama datangnya atau lebih dari satu hari, maka sebaiknya segera di urus jenazahnya saja.

Bila kalian merasa berat untuk itu maka silahkan gunakan teknologi yaitu video Call. Apabila yang menginginkan menunggu kerabat adalah keluarga jenazah yang masih hidup maka menurut Syaikh Utsaimin, perbuatan tersebut adalah perbuatan yang lalim dan jahat terhadap jenazah.

Berdasarkan riwayat dari dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ, فَإِنْ تَكُنْ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا عَلَيْهِ, وَإِنْ تكُنْ غَيْرَذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكمْ

“Segerakanlah penguburan jenazah. Apabila dirinya masuk dalam orang yang melakukan kebaikan maka kalian telah memberikan kebaikan kepada jenazah. Dan apabila jenazah bukan termasuk orang yang berbuat kebaikan maka kalian telah melepas keburukan dari pundak-pundak kalian.”

B. Tata cara Memandikan Jenazah

Kita masuk kebagian inti artikel ini yaitu memandikan jenazah dan ketentuan serta tata cara memandikan jenazah sesuai anjuran dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam. Saya harapkan kalian membaca dengan baik dan benar dan penuh perhatian agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan memandikan jenazah. Saya akan berikan beberapa video cara memandikan jenazah sehingga kalian bisa paham dan mengerti tata cara memandikan jenazah.

1. Hukum Memandikan Jenazah

Berdasarkan ajaran Nabi Muhammad, hukum memandikan mayit atau jenazah adalah fardhu kifayah. Apa itu fardhu kifayah, artinya wajib dan apabila telah dilakukan oleh sebagaian, maka sebagian yang tidak memandikan tidak berdosa atau telah lepas kewajibannya. Dengan kata lain merupakan tanggung jawab sesama muslim, terutama kerabat dan tetangga.
Khusus buat syuhada atau yang mati dalam perang, Nabi Muhammad mengajarkan untuk tidak dimandikan.

2. Siapa yang memandikan Jenazah

Hal pertama harus diketahui dalam memandikan jenazah adalah apabila jenazah tersebut adalah laki laki maka dimandikan oleh laki laki, dan bila jenazah tersebut perempuan maka dimandikan oleh perempuan.

Bagi jenazah yang telah menikah, maka tidak apa apa dimandikan oleh pasangannya, dan itu lebih baik. Seperti seorang suami yang memandikan jenazah istrinya, atau sebaliknya seorang istri yang memandikan jenazah suaminya.

Untuk anak perempuan yang sudah baligh, maka menurut ajaran Rasulullah yang memandikan adalah kerabat perempuannya, karena sewaktu putri Nabi yaitu Zainab meninggal, Rasulullah tidak memandikan putrinya, kerabat perempuan yang memandikannya. Begitupun halnya dengan jenazah anak laki laki yang sudah baligh.

Bagi anak anak dibawah umur 7 tahun, maka tidak apa apa dimandikan oleh laki laki ataupun perempuan.
Memandikan jenazah menurut keterangan hadist 4 orang saja sudah cukup. 1 orang yang memandikan, 3 lainnya ikut menutupi memegang kain penutup (mengangkatnya sedikit), dan tetap dilakukan ditempat tertutup.

3. Air Yang Digunakan Memandikan

Dalam memandikan mayit atau jenazah kita menggunakan air yang bersih. Bisa menggunakan air ledeng, air sungai, air sumur. Tapi mohon diperhatikan bahwa air tersebut bersih dari najis atau diyakini sudah bersih dari najis.

Siapkan dua ember air, satu besar dan satu lagi kecil. Tidak perlu terlalu besar. Diperkirakan cukup untuk membersihkan tubuh jenazah dari najis, mewudhukan jenazah, menyabuni dan memandikan jenazah.Dicukupkan pula agar penimbaan air berjumlah ganjil.

Disunnahkan pada satu ember air yang lebih besar tersebut untuk diberi daun bidara. Tidak usah dihancurkan, cukup direndam.

Disunnahkan Satu ember kecil dicampur dengan kapur barus secukupnya, sebagai siraman terakhir.

4. Peralatan Memandikan Jenazah

Diajarkan oleh ulama ulama dan ahli fiqih mengurus mayit, dianjurkan untuk menyiapkan beberapa perlengkapan dan peralatan memandikan jenazah yaitu:

  1. Sarung tangan untuk mencegah dari najis, kotoran serta penyakit.
  2. Masker penutup hidung dan mulut untuk menjaga dari penyakit.
  3. Kaca mata, ada yang menyarankan kaca mata renang (buat yang memandikan) agar cipratan air tidak masuk ke mata.
  4. Penutup kepala untuk menjaga rambut pengurus jenazah bila merasa perlu (sesuai kondisi jenazah)
  5. Timba atau gayung
  6. Spon penggosok ataupun kain untuk membersihkan jenazah. Spon tersebut sebaiknya bersih ketika dipakai (tidak ada salahnya beli yang baru).
  7. 2 Ember, satu kecil satu besar.
  8. Daun sidr atau daun bidara. Bisa menggunakan busa daun bidara sebagai shampoo untuk rambut (bisa ditambahkan dengan shampoo untuk rambutnya bila dirasa perlu).
  9. Handuk
  10. Gunting kuku digunakan untuk menggunting kuku jenazah bila panjang.
pakaian perlengkapan memandikan jenazah
Advertisement by google
pakaian perlengkapan memandikan jenazah

Itulah diatas peralatan yang harus anda siapkan sebelum memandikan jenazah.

-Baca Juga-

C. Cara Memandikan Jenazah

Sebelum memandikan jenazah, pastikan ruangan tempat memandikan anda itu tertutup atau tidak memungkinkan untuk orang lain selain yang memandikan melihat. Selanjutnya, apabila jenazah masih belum memiliki kain penutup, diberi kain penutup.

Apabila yang mengurus jenazah ada 4 orang, maka 1 orang yang memandikan dan 3 orang lainnya memegangi kain penutup. 1 orang yang memandikan tersebut yang melihat jenazah, sedangkan 3 orang lainnya tidak perlu. Adapun langkah langkah dalam memandikan jenazah sebagai berikut:

1. Meletakkan Jenazah di Meja / Keranda

Untuk memudahkan memandikan jenazah, anda letakkan jenazah tersebut diatas meja atau keranda. Dianjurkan yang memiliki lubang lubang atau celah celah. Ini agar kotoran kotoran yang terbilas ketika memandikan jenazah tidak tertinggal dan jatuh ke tanah.

meja memandikan mayit atau keranda
meja memandikan mayit atau keranda

2. Berniat dan membaca basmalah

Bagi yang memandikan jenazah, diharuskan berniat dan membaca basmalah sebelum memulai prosesi memandikan jenazah. Niat memandikan jenazah yaitu:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’ala

“Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala”

Berikut adalah niat memandikan jenazah perempuan;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’ala

“Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (perempuan) ini karena Allah Ta’ala”

Bila anda tidak menghafal bacaan niat arabnya silahkan gunakan bacaan niat artinya saja.

niat memandikan jenazah laki laki dan jenazah perempuan
niat memandikan jenazah laki laki dan jenazah perempuan
video tata cara memandikan jenazah

3. Mengusap Perut Jenazah

langkah berikutnya dalam memandikan jenazah adalah memposisikan jenazah menggunakan tangan kanan sehingga jenazah seperti hampir duduk (perhatikan gambar dibawah). Lalu perut jenazah ditekan dengan lembut.

Gerakan mengusap dan menekan bagian perut ini dilakukan agar apa saja yang tertinggal di dalam perut dapat mudah keluar.

menekan perut dan menggosok perut jenazah
menekan perut dan menggosok perut jenazah

4. Membersihkan P4nt4t dan Kotoran Jenazah

Setelah anda mengusah dan menekan perut jenazah, kotoran kemungkinan akan keluar dari p4nt4t jenazah. Tangan kiri yang telah memakain sarung tangan mengambil kain atau lap bersih untuk membersihkan kotoran dibagian p4nt4t jenazah dan kem4lu4n jenazah. Dijelaskan oleh ulama bahwa harus menggunakan pelapis ketika membersihkan bagian tersebut.

membersihkan p4nt4t jenazah
membersihkan p4nt4t jenazah

Adapun beberapa petunjuk mengatakan bahwa lubang belakang bagusnya diberlakukan seperti cara istinja yaitu memasukkan jari yang telah dibalut kain untuk membersihkan sisa kotoran. Sekiranya ini perlu agar jenazah betul betul bersih dari najis sebelum disholatkan.

5. Membersihkan Mulut dan Hidung

Selanjutnya adalah mengambil secerca kain bersih dengan sedikit dibasahi (sedikit saja), untuk menggosok giginya. Ingat untuk lembut.

Selanjutnya bagian kain yang masih bersih, diberi air sedikit saja (sangat sedikit) dan diusapkan ke lubang hidungnya, tidak usah terlalu dalam, sedikit saja. Dan ingat untuk lembut.

6. Mewudhukan Jenazah

Langkah langkah diatas adalah langkah membersihkan najis najis dari tubuh jenazah, selanjutnya di wudhukan. Jenazah diwudhukan seperti halnya orang berwudhu tapi tanpa membasahi mulut dan hidung. Adapun langkahnya mulai dari secara berurutan adalah sebagai berikut:

  1. Menyiram pergelangan tangan jenazah mulai dari kanan ke kiri.
  2. Mengusap bagian gigi menggunakan kain (yang tidak basah) dan mengusap lubang hidung.
  3. Menyiram bagian tangan hingga siku mulai dari kanan ke kiri.
  4. Menyiram kepala dan rambut jenazah
  5. Menyiram telinga kanan dan kiri
  6. Menyiram kaki kanan dan kiri.

7. Menyiram Kepala Jenazah, wajah dan jenggot jenazah

Tata cara memandikan jenazah | Setelah jenazah diwudhukan, masuklah pada bagian memandikan jenazah yang sesungguhnya yaitu menyiram kepala, wajah dan jenggotnya menggunakan air rendaman bidara.

Lakukan dengan lembut ketika menggosok kepala jenazah. Apabila ingin menggunakan sabun dan shampoo, tidak apa apa. Setelah diberi sabun dan shampoo, siram kembali hingga busa busanya hilang. Hitung jumlah siraman anda agar total siraman untuk seluruh rangkaian berjumlah ganjil (hukumnya sunnah).

8. Menyiram Tubuh bagian kanan dan Kiri Jenazah

Disunnahkan untuk memulainya pada tubuh bagian kanan jenazah, caranya dengan membaringkan jenazah kesamping ke arah kiri sehingga bagian tubuh kanan berada diatas. Lalu, disiram dari leher ke hingga kebagian kaki. Kemudian mengambil sabun dan digosokkan ke tubuh jenazah dari leher hingga ujung kaki bagian kanan. Ingat untuk menyiram kembali hingga busa hilang. Jangan lupa untuk membersihkan punggung dan perut jenazah juga.

memandikan jenazah bagian kanan dan kiri
memandikan jenazah bagian kanan dan kiri

Selanjutnya tubuh bagian kiri jenazah, seperti sebelumnya, tubuh jenazah dibaringkan ke arah kanan sehingga tubuh bagian kirinya berada diatas. Lakukan hal yang sama seperti diatas. Ingat untuk menghitung jumlah siraman karena disunnahkan ganjil.

Setelah itu sisirlah rambutnya, bila jenazah memiliki rambut. Disunnahkan pada siraman terakhir, disiram menggunakan air campuran kapur barus mulai dari kepala hingga ujung kakinya yang dimulai dari bagian kanan ke bagian kiri.

9. Mengganti Kain Penutup Jenazah Dengan Yang Baru

Ketika telah selesai memandikan jenazah, gantilah kain penutup jenazah yang sebelumnya dipakai untuk jenazah ketika memandikan. Gunakan kain kafan yang berwarna putih ketika selesai memandikan sebagai penutup. Apabila tidak ada, maka gunakan kain lain saja, asalkan kain tersebut dapat menutup dari kepala hingga ujung kaki jenazah (kecuali jenazah yang meninggal ketika berhaji).

Dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.

mengganti kain penutup jenazah
mengganti kain penutup jenazah

Apabila Jenazah Belum Bersih

Dalam memandikan jenazah, baik itu jenazah perempuan maupun jenazah laki laki, apabila ketika memandikan jenazah belum bersih, maka diulang satu kali lagi proses memandikannya. Kalian tidak perlu mengulang wudhunya.

Sisa kalian ulang dilangkah 7 dan 8 diatas. Oleh karena itu, untuk bagusnya sebelum disiram dengan air kapur barus, yang memandikan memperhatikan mayit dengan seksama apakah sudah bersih atau belum. Bila belum, kalian ulang langkah 7 dan 8 hingga jenazah bersih.

Makruh Dalam Memandikan Jenazah

Dalam hadist yang ada, makruh memandikan jenazah atau Artinya bila dirasa tidak perlu, maka sebaiknya tidak usah dilakukan. Tidak sampai dosa bila dilakukan.

Kegiatan yang dinilai makruh dalam memandikan jenazah seperti menggunakan air panas ataupun hangat, memandikan menggunakan sabun dan shampoo dan bahan mandi lainnya selainnya daun bidara dan kapur barus.

Mandi Setelah Memandikan Jenazah

Setelah anda dan teman teman sekalian memandikan jenazah, maka disunnahkan untuk mandi dan membersihkan tubuh kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ حَمَلَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Siapa saja yang memandikan jenazah, maka hendaklah dia mandi (setelahnya). Dan siapa saja yang membawa jenazah, maka hendaklah dia wudhu (setelahnya)“. (HR Abu Dawud no. 3161 dihasankan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz no. 71).

Hadist diatas menunjukkan bahwa ketika telah selesai dalam memandikan jenazah, disunnahkan oleh Nabi Muhammad untuk mandi. Adapun sebaik baiknya mandi adalah dilengkapi dengan mandi wajib. Bagi yang membawa atau memikul jenazah baik sebelum dimandikan dan sesudah dimandikan (dikafani, disholati dan seterusnya), maka dianjurkan atas dia untuk berwudhu.

Apabila anda merasa butuh mandi walaupun anda hanya memikul mayit, maka lakukanlah mandi, tidak ada larangan perihal tersebut.

Demikianlah artikel tentang tata cara memandikan jenazah dan ketentuan ketentuan yang ada dalam memandikan jenazah. Semangat belajarnya karena belajar itu mudah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here