ADS BY GOOGLE

Persamaan dan Perbedaan antara Archaebacteria dan Eubacteria

0
169
persamaan dan perbedaan archaebacteria dan eubacteria
persamaan dan perbedaan archaebacteria dan eubacteria

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan salah satu materi yang teman teman pada kelas X Biologi semester 1 yaitu Kingdom Monera. Pada K13 serta sistem klasifikasi 6 kingdom, Monera terbagi menjadi dua kingdom atau kerajaan yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

Alasan terbaginya sesuatu dalam taksonomi tentu saja karena adanya perbedaan yang signifikan terhadap kedua kelompok organisme uniseluler ini. Dan kita ketahui, walaupun ada perbedaan yang mendasar, pasti ada beberapa persamaan yang memang terjadi karena adanya hubungan kekerabatan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari tentang beberapa persamaan dan perbedaan antara Archaebacteria dan Eubacteria beserta contoh contoh spesies dari kedua kerajaan ini. Pertama mari sini saya jelaskan dulu beberapa persamaan Archaebacteria dan Eubacteria.

Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria

Mungkin akibat adanya kekerabatan atau karena sesama makhluk hidup, Archaebacteria dan Eubacteria memiliki persamaan yang tidak sedikit. Hal ini sama situasinya dengan persamaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Berikut beberapa persamaan tersebut.

1# Jenis Sel

Saya ingin menuliskan kompleksitas sel atau organisasi sel pada heading diatas, tapi rasa rasanya jenis sel sudah cukup menggambarkan bagian ini.

Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria adalah keduanya merupakan uniseluler atau sel tunggal. Apa artinya, artinya satu individu terdiri atas satu sel. Ini berbeda dengan organisme multiseluler yang satu organisme tersusun atas beberapa sel dan umumnya berbeda bentuk ataupun fungsi tiap jenis selnya.

Hal ini wajar wajar saja menjadi persamaan dari kedua Kingdom / kerajaan ini karena memang pada sistem klasifikasi 5 kingdom sebelumnya, Archaebacteria dan Eubacteria berada dalam kingdom Monera yang memang merupakan organisme uniseluler.

2# Kehadiran Dinding Sel dan Membran sitoplasma

Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria adalah kehadiran dinding sel dan membran sitoplasma pada keduanya. Walaupun begitu, perlu teman teman sadari bahwa struktur penyusun dinding dan membran sitoplasma keduanya berbeda.

3# Tidak Ada Organel Bermembran dan Nukleus

Persamaan ketiga dari Archaebacteria dan Eubacteria adalah tidak ditemukannya organel bermembran dan nukleus atau inti sel. Hal ini membuat keduanya disebut dalam golongan Prokariot dan disebut sebagai sel prokariotik.

4# Ribosom 70S

Kedua jenis sel baik itu archaebacteria maupun eubacteria mempunyai 70S Ribosom, walaupun terdapat perbedaan sifat dan sensitivitas kimia pada keduanya.

5# Bentuk Kromosom

Persamaan kelima antara archaebacteria dan eubacteria adalah bentuk dan jumlah kromosom keduanya. Bentuk krosomom keduanya adalah sirkular dan tunggal.

6# Cara Reproduksi

Persamaan keenam antara archaebacteria dan eubacteria adalah cara reproduksi yang dimiliki keduanya yaitu sama sama binari fisi (pembelahan) dan juga transfer gen horisontal.

persamaan dan perbedaan archaebacteria dan eubacteria
persamaan dan perbedaan archaebacteria dan eubacteria

Perbedaan Antara Archaebacteria dan Eubacteria

Itulah diatas keenam persamaan yang dapat kita temukan dengan mudah pada kedua jenis kategori sel prokariotik diatas. Berikutnya adalah perbedaan antara archaebacteria dan eubacteria.

1# Habitat

Habitat atau tempat hidup dapat menjadi perbedaan mendasar bagi kedua jenis bakteri. Archaebacteria, seperti dalam sejarah penemuannya, hidup dalam lingkungan yang ekstrim. Sedangkan Eubacteria hidup dalam berbagai habitat yang tidak ekstrim, walaupun ada bakteri yang membentuk endospora ketika dalam suasana ekstrim.

2# Dinding Sel

Perbedaan kedua antara archaebacteria dan eubacteria adalah penyusun dinding sel keduanya. Dinding sel archaebacteria mengandung pseudopeptidoglikan, glikoprotein dan juga lapisan-S.

Sedangkan dinding sel eubacteria dapat tidak ada dan juga bagi yang ada tersusun atas peptidoglikan, lapisan S.

3# Membran Sitoplasma

Perbedaan selanjutnya adalah ikatan pada membran sitoplasma kedua kategori bakteri ini. Pada membran sel archaebacteria, ditemukan ikatan eter-lipid sedangkan pada membran sel eubacteria ditemukan ikatan ester-lipid.

Membran sel ether lipid yang dimiliki archaebacteria ini juga berbeda dengan sel eukariotik yang diketahui hingga saat ini.

4# Jalur metabolisme

Perbedaan selanjutnya antara archaebacteria dan eubacteria adalah jalur metabolisme yang digunakan untuk menghasilkan energi dalam metabolismenya.

Archaebacteria mempunyai jalur metabolisme yang berbeda tapi hampir sama dengan glikolisis dan siklus krebs yang dimiliki eubacteria.

Jalur metabolisme archaebacteria erat hubungannya dengan kondisi ekstrim yang dialami, sehingga salah satu jalur metabolisme unik yaitu methanogenesis yang hanya dimiliki oleh kelompok metanogen pada archaebacteria.

5# Tipe / Kelompok besar

Perbedaan selanjutnya adalah perbedaan kelompok. Archaebacteria selanjutnya terbagi menjadi tiga berdasarkan habitatnya yaitu metanogen, halofil, dan termoasidofil.

Sedangkan bakteri ada dua tipe pembagian yang sering kita temui yaitu gram positif dan gram negatif.

6# Kehadiran Basa Pirimidin Timin

Kita ketahui pada sel eukariotik, terdapat basa pirimidin Timin. Hal ini berbeda dengan archaebacteria yang tidak ditemukan timin pada tRNA atau RNA transfer nya.

Sedangkan pada eubacteria, atau bakteri sejati, ditemukan adanya basa pirimidin timin ini.

7# Kehadiran Intron

Perbedaan selanjutnya yang terbilang sangat spesifik adalah kehadiran intron. Pada kelompok archaebacteria, ditemukan intron sama halnya dengan sel eukariotik. Sedangkan pada sel eubacteria, tidak ditemukan adanya intron.

Intron dapat dikatakan “nukleotida sampah”, hal tersebut relevan karena nukleotida tersebut dipotong (RNA Splicing) dan dibuang sehingga tercipta RNA akhir yang tidak mengandung intron sama sekali (maturasi).

8# RNA Polymerase

Perbedaan spesifik selanjutnya adalah keadaan RNA polimerase pada archaebacteria dan eubacteria. Pada archaebacteria, RNA polimerase kompleks dan terdiri atas 10 subunit. Sedangkan pada eubacteria RNA polimerase sederhana dan hanya tersusun atas 4 subunit.

9# Patogenitas

Perbedaan selanjutnya adalah patogenitas. Pada kelompok Archaebacteria, hingga 2020, tidak ditemukan adanya spesies yang patogen atau menyebabkan penyakit pada manusia. Sedangkan pada eubacteria, banyak yang patogen dan banyak juga yang tidak. Untuk lebih jelasnya kalian dapat baca pada sumber ini.

Tabel Perbandingan: Persamaan dan Perbedaan

Dibawah ini adalah tabel persamaan dan perbedaan antara Archaebacteria dan Eubacteria.

PembandingARCHAEABACTERIAEUBACTERIA
ArtiArchaebacteria adalah sel tunggal, organisme sederhana yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim. Archaebacteria dianggap sebagai organisme yang paling primitif dan diduga muncul pertama kali 4 milyar tahun silam.Eubacteria atau bacteria juga merupakan makhluk uniseluler atau sel tunggal tetapi mempunyai struktur yang lebih kompleks. Semua tipe bakteri selain archaebacteria ada dalam kategori ini.
Habitat / Tempat hidupArchaebacteria sangat mungkin ditemukan dan dapat hidup pada lingkungan dengan kondisi ekstrim seperti pada sumber mata air panas, laut yang dalam, perairan asin (kadar garam sangat tinggi), serta di sekitar kawah.Habitat bakteri beragam dan hampir dapat diberbagai tempat, kecuali yang ekstrim.
Dinding SelDinding sel archaebacteria tidak mengandung peptidoglikan hanya pseudopeptidoglikan.Dinding sel tersusun atas peptidoglycan dengan asam muramik atau lipopolisakarada
Membran selMembran sel Archaebacteria mempunyai ikatan eter pada cabang asam alipatikMembran sel eubacteria mempunyai ikatan ester dengan asam lemak
Jalur metabolismeArchaebacteria tidak mengikuti jalur glikolisis atau siklus krebs. Archaebacteria mempunyai jalur tersendiri yang mempunyai kemiripan dengan keduanya. Menggunakan jalur glikolisis dan siklus krebs untuk memecah glukosa.
TipeMetanogen, Halofil, Termoasidofil.Gram-positif and gram-negatif.
ReproduksiArchaebacteria bereproduksi secara aksesual mulai dari pembelahan (binary fission), fragmentasi, atau proses pertunasan (budding)Eubacteria sama sama mampu melakukan cara reproduksi yang dilakukan archaebacteria. Sebagai tambahan, eubacteria (tertentu) dapat mengubah dirinya menjadi spora ketika kondisi lingkungan berbahaya.

Perbedaan yang spesifik

ArchaebacteriaEubacteria
Pada tRNA (RNA transfer) tidak ditemukan adanya Timin (Thymine)Pada tRNA ditemukan adanya Timin (Thymine) 
Ditemukan intronTidak ditemukan intron
RNA polymerase kompleks dan mengandung 10 subunitRNA polymerase sederhana dengan hanya mengandung 4 subunit.
Archaebacteria tidak ada yang patogenBeberapa bakteri merupakan patogen sehingga menyebakan penyakit pada manusia.
Ditemukan adanya histonTidak ditemukan histon
Contoh spesies ArchaebacteriaContoh spesies Eubacteria
1.Pyrolobus fumarii1.Streptococcus pneumoniae
2.Sulfolobus acidocaldarius2.Yersinia pestis
3.Pyrococcus furiosus3.Escherichia coli (E.coli)
4.Methanobacterium formicum4.Salmonella enterica
Tabel perbandingan archaebacteria, eubacteria dan eukarya
Tabel perbandingan archaebacteria, eubacteria dan eukarya. 3 Domain utama dalam taksonomi terbaru.

Demikianlah artikel tentang persamaan dan perbedaan antara archaebacteria dan eubacteria. Semoga artikel ini berguna bagi kalian khususnya bagi yang #dirumahaja karena social distancing ataupun lockdown.

Tetap belajar, karena belajar mudah dan mempermudah yang sulit. Tetap semangat dan jaga kesehatan kalian, khususnya sekarang ini yang lagi pandemi COVID-19. Wassalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here